gerTAK Blog!

January 8, 2009

"Dilecehkan" Survei, Golkar Minta Kalla Maju

Filed under: Golkar,Jusuf Kala — gertak @ 11:41 AM
Tags:
clipped from pemilu.antara.co.id

08/01/09 10:00


“Dilecehkan” Survei, Golkar Minta Kalla Maju



Golkar geram karena merasa “dilecehkan” oleh beberapa lembaga survei dan kader-kadernya meminta Jusuf Kalla menyalonkan diri sebagai Capres untuk merespon apa yang mereka sebut sebagai “pelecehan” itu.

Jakarta (ANTARA News) – Merespon atas apa yang disebutnya sebagai “pelecehan” oleh beberapa lembaga survei dan “penghinaan” Partai Demokrat, kader-kader Partai Golkar meminta Jusuf Kalla berani menjadi calon presiden pada Pilpres 2009.
“Istilah dalam komunitas Bugis Makassar, tegakkan kembali `siri` atau kehormatan paling tinggi. Iya, itu harkat dan martabat partai telah benar-benar diinjak-injak oleh hasil polling beberapa lembaga survei yang hanya mendasarkan data 2000-an orang, tetapi seolah-olah telah mewakili 120 jutaan pemilih,” kata salah seorang Ketua Departemen di DPP Golkar, Zainal Bintang, di Jakarta, Kamis.
Zainal yang mengungkapkan itu atas nama rekan-rekannya di Golkar menegaskan, hanya ada dua langkah terobosan yang segera harus dilakukan sekarang oleh Partai Golkar selaku partai dengan segudang sejarah bagi eksistensi NKRI.
“Pertama, Jusuf Kalla (JK) harus segera menyatakan dirinya akan maju sebagai calon presiden (Capres) 2009. Ini demi menegakkan `siri` PG,” tandasnya.
Kedua, tegasnya lagi, perlu sebuah gebrakan total untuk membangkitkan militansi kader-kader PG untuk berjuang mati-matian guna mengembalikan kejayaan partai.
“Sekali lagi, untuk langkah kedua ini, harus diawali dengan keberanian JK menyatakan diri maju sebagai Capres,” katanya meyakinkan.

Jika ini bisa dilakukan segera, ia yakin soliditas keluarga besar PG akan menguat. “Dan lawan-lawan politik PG akan berfikir untuk merendahkan PG,” ujar Zainal Bintang lagi.


Baca Juga


Sent with Clipmarks
Advertisements

January 2, 2009

Surya Paloh Persilakan Partai Demokrat Tinggalkan Golkar

Filed under: Golkar,Jusuf Kala,Uncategorized — gertak @ 10:47 PM
Ini strategi Surya Paloh untuk menaikkan dirinya dikursi nomer 2

Memunculkan Capres dan Cawapres dari kubu internal Golkar

 clipped from www.antara.co.id

02/01/09 22:18

Surya Paloh Persilakan Partai Demokrat Tinggalkan Golkar

Jimbaran (ANTARA News) – Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Surya Paloh menegaskan bahwa Partai Demokrat boleh saja meninggalkan atau tidak berhubungan lagi dengan Partai Goolkar mulai 2009, jika merasa sudah tidak layak lagi berhubungan dengan Golkar.

“Saya mempersilakan Partai Demokrat untuk meninggalkan Partai Golkar,” kata Surya Paloh kepada pers di Sanur, Bali, Jumat, usai menghadiri pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dengan para kadernya.

Surya menegaskan, Golkar tidak akan merasa rugi atau kehilangan jika Partai Demokrat meninggalkan partai bernomor 23 pada Pemilu 2009 itu.

Ia mengatakan pula, tanpa Partai Demokrat pun Golkar masih tetap bisa mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, misalnya dengan berkoalisi dengan partai-partai lain.

Ia menyebutkan, kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku kader Partai Demokrat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang merupakan kader Golkar pada dasarnya memang sebuah koalisi.

Namun, katanya, jika Partai Demokrat merasa tidak layak lagi berhubungan dengan Golkar maka Golkar akan tetap bisa bekerja dengan siapapun juga.

“Tidak akan timbul masalah besar dari Partai Golkar jika ditinggalkan Partai Demokrat,” kata Surya dengan nada tegas.

Sementara itu, ketka menyinggung persiapan kampanye Golkar mulai 5 Januari 2009, ia menyebutkan seluruh kader dan simpatisan partai ini harus bekerja keras.

Ia memberikan contoh di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah serta Jawa Timur, Golkar memang kalah dalam pemilihan gubernur serta wakil gubernur.

“Di Jawa Barat, Jawa Tengah serta Jawa Timur, kita betul-betul harus bekerja keras karena ketiga provinsi tersebut merupakan lumbung pemilih,” katanya.

Surya mengatakan pula, dengan memiliki kursi 128 di DPR RI, maka posisi ini mencerminkan Golkar masih tetap diperhatikan dan dicintai oleh banyak warga masyarakat.

“Untuk tetap mempertahankan atau meningkatkan kursi Golkar di DPR, DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten/Kota maka seluruh kader serta simpatisan partai ini harus bekerja keras misalnya dengan melakukan kerja kongkrit untuk menarik jutaan calon pemilih tersebut.(*)

Sent with Clipmarks

December 31, 2008

Kalau Bush Dilempar Sepatu, JK Malah Mencopotnya

Filed under: Jusuf Kala,Uncategorized — gertak @ 9:46 AM
 clipped from www.antara.co.id

23/12/08 09:31


Kalau Bush Dilempar Sepatu, JK Malah Mencopotnya


Jakarta (ANTARA News) – Jika Presiden Amerika Serikat George W. Bush justru dilempar sepatu saat kunjungan ke Irak. Lain lagi dengan Wakil Presiden�Jusuf Kalla, meski sama-sama soal sepatu.

Namun bagi Wapres sepatu bisa menunjukkan rasa nasionalisme,sekalipun bukan dengan cara melempar ke kepala negara lain.

“Jadi mulai besok anda, para pengusaha pakai sepatu dalam negeri,” kata Wapres saat menutup Munas V Kadin di Jakarta.

Menurut Wapres, jika semua pengusaha Kadin memelopori penggunaan sepatu dalam negeri, tentu akan dahsyat hasilnya. Industri sepatu dan turunannya pasti akan berkembang pesat.

Wapres mencontohkan ketika dimulainya gerakan lepas jas dengan beralih mengenakan kemeja batik, orang pesimis.

“Sekarang kita berhasil tidak mengenakan jas, karena saya dan Presiden Yudhoyono kenakan terus batik,” kata Wapres.

Karena itu, Wapres menantang kepada para pengusaha untuk segera memulai gunakan produk dalam negeri. Wapres tidak ingin mendengar lagi pengusaha meminta insentif pajak dan sebagainya.

“Pokoknya mulai besok kita saling periksa sepatunya. Jadi nanti kalau datang ke kantor Wapres saya akan periksa sepatunya dulu,” kata Wapres yang disambut tawa.

Menurut Wapres, gerakan pakai sepatu produk dalam negeri�penting dilakukan untuk menumbuhkan dan memperkuat ekonomi dalam negeri.

Dalam krisis global,katanya, yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan daya beli dalam negeri. Salah satunya melalui gerakan penggunaan produk dalam negeri.

Namun, ngomong-ngomong sepatu Wapres masih produk luar negeri atau tidak.

Tidak tanggung-tanggung, saat keluar menuju mobil Wapres bersama Meneg LH Rahmat Witoelar, Ketum Apindo Sofyan Wanandi, Menperin Fahmi Idris dan Kepala BKPM M Lutfie, tiba-tiba Wapres mencopot sepatunya dan langsung diperlihatkan.

Rahmad Witoelarpun langsung menyambar sepatu Wapres. Sambil membolak-balikkan sepatu Wapres, Rahmad bersama Sofyan Wanandi geleng-geleng.

“Wah ini sih bener. Sepatu Cibaduyut (Bandung). Bener,” kata Rahmad Witoelar serius dan diulang lagi ketika ditanya wartawan.

“Sungguh saya tidak bohong, sepatu Cibaduyut,” kata Rahmad.

Nah lho. Benerkan. Yang penting contoh dari pemimpin. (*)

Sent with Clipmarks

December 29, 2008

Fadel Sayangkan Teguran Jusuf Kalla

Filed under: Golkar,Jusuf Kala,Uncategorized — gertak @ 10:17 PM
 clipped from pemilu.antara.co.id

29/12/08 19:29


Fadel Sayangkan Teguran Jusuf Kalla



Makassar (ANTARA News) – Ketua DPD Golkar Provinsi Gorontalo, Fadel Muhammad, menyayangkan teguran Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) soal larangan pembicaraan capres dari Partai Golkar sebelum Pemilu Legislatif.

“Awal Januari 2009 mendatang, saya akan jadwalkan meminta waktu Jusuf Kalla untuk mengklarifikasi soal larangan tersebut,” kata Gubernur Gorontalo itu di Makassar, Senin.

Hal ini diungkapkannya di depan wartawan saat transit penerbangan di Makassar, sebelum bertolak ke Bali untuk menemui tim suksesnya dalam rangka membicarakan agenda pencalonan dirinya sebagai presiden pada Pemilu 2009 mendatang.

Menurutnya, ia akan minta JK mengklarifikasi pernyataan yang dikeluarkannya Sabtu (27/12) lalu itu.

Dikatakannya, setelah mendapat penjelasan ia akan menentukan sikap apakah akan maju dari Partai Golkar atau melalui partai lain, pada bulan Februari 2009 mendatang.

Lebih lanjut Fadel menjelaskan, kalau misalnya nanti JK selaku Ketua Umum Partai Golkar memberi restu untuk maju mencalonkan diri sebagai capres tahun 2009 mendatang, maka bagi Fadel, hal tersebut adalah satu hal yang menarik. Dengan demikian akan ada peluang untuk berkiprah serta membentuk tim.

“Tapi jika misalnya ternyata tidak diizinkan maka apa daya,” katanya.

Meski begitu, ia berharap dirinya masih dicalonkan melalui Partai Golkar yang saat ini diketuainya di Gorontalo dan tempatnya berkiprah selama ini.

Fadel Muhammad memberikan apresiasi pada Pemilu Presiden 2004 lalu, ketika Partai Golkar membuka peluang kepada para kader-kadernya untuk ikut mencalonkan diri sebagai Capres melalui konvensi.

“Tapi kali ini tidak ada lagi konvensi lalu keluar teguran JK dan teman-teman DPP Partai Golkar soal pencalonan itu,” ujarnya menutup pembicaraan.(*)

Sent with Clipmarks

Apa Jadinya Kalau Demokrat Mendepak Golkar dan Megawati Mundur?

Filed under: Golkar,Jusuf Kala,Prabowo,Uncategorized — gertak @ 9:14 PM
 clipped from www.berpolitik.com
Senin, 22 Desemberß 2008

Apa Jadinya Kalau Demokrat Mendepak Golkar dan Megawati Mundur?

Dalam politik konon berlaku adigium: tidak ada yang tak mungkin. Inilah yang barangkali mendorong berkembangnya dua isu yang mulai menjadi bahan perbincangan di kalangan terbatas.

Isu yang pertama menyangkut kemungkinan Demokrat menendang Golkar. Di atas kertas, yang diyakini publik adalah sebaliknya. Sebab postur dan kekuatan Golkar dianggap terlalu besar untuk diabaikan Demokrat. Terlebih mengingat persyaratan pengajuan pilpres yang terbilang tinggi.

Tapi, rupanya perkembangan mutakhir menunjukkan adanya kemungkinan tersebut. Dari survei-survei terlihat, pergerakan Demokrat yang makin moncer. Menurut Saeful Mudjani, Direktur Eksekutif LSI, Demokrat sudah mulai merambah basis-basis suara Golkar di Sumatera, Jawa Barat dan juga Indonesia Timur.

Pada saat yang sama, faksionalisasi di tubuh Golkar malah meruncing karena berbagai sebab. Gontok-gontokan itu tak hanya terjadi di tingkat elit, tetapi juga menyebar hingga tingkat wilayah. Untuk sebagian pertikaian itu merupakan imbas pilkada yang tak tertuntaskan. Sebagian lagi bersumber dari penetapan caleg.

Sebuah sumber mengkonfirmasi bahwa Kalla semakin mendapat pertentangan di dalam tubuh Golkar. Para penentangnya berupaya keras memisahkan SBY dan Jusuf Kalla. Salah satu modusnya adalah dengan melansir permintaan jatah menteri yang besar. Di lain waktu, mereka mendorong Kalla untuk menjadi capres.

Kalla sendiri justru berupaya mati-matian menjadi wakil yang baik di mata SBY. Ini terlihat dari ucapan dan tindakannya akhir-akhir ini yang sangat terjaga. Dalam beberapa isu krusial, Kalla bahkan berani tampil di depan sebagai “sasaran tembak” publik. Ini, misalnya, terlihat dari kasus kelangkaan gas tabung 3 kg dan 12 kg.

Menurut sejumlah kalangan, kemungkinan Demokrat menedang Golkar akan sangat terbuka jika perolehan partai ini tak meleset terlalu jauh dari prediksi survei hari ini. Yakni di kisaran 13% – 16%. Dengan perolehan suara sebesar itu, Demokrat lebih leluasa bermanuver. Problemnya, peraihan suara partai ini sangat ditentukan oleh elektibilitas SBY.

Jadi, jika tingkat kepuasan publik terhadap SBY minimal terpelihara seperti sekarang, Demokrat besar kemungkinan akan terbang tinggi. Ironinya, kepuasan publik sedikit banyak juga ditentukan oleh kinerja Jusuf Kalla dan departemen-departemen yang sebagian diisi oleh kader-kader partai lain.

Mundur?

Yang kedua terkait spekulasi mundurnya Megawati. Ada sementara kalangan yang meyakini Megawati akan mengundurkan diri. Isu ini sejatinya sudah pernah beredar sekitar 8-9 bulan silam. Setelah sempat menghilang, wacana ini kembali dihembuskan.

Jika Megawati mundur, maka peluang pesaing-pesaing SBY yang lain memang membesar. Hal ini terutama akan menjadikan mereka sebagai pilihan alternatif terhadap SBY.

Sejauh ini ada tiga kandidat presiden yang diuntungkan jika Megawati benar-benar keluar dari gelanggang: Sultan HB X, Hidayat Nur Wahid dan juga Prabowo. Secara kebetulan, ketiga-tiganya disebut sebagai cawapres yang paling serius dipertimbangkan kubu presiden RI ke 5 ini.

Mungkinkah Megawati mengundurkan diri?

Beberapa kalangan yang dimintai pendapatnya soal ini umumnya meragukan kemungkinan tersebut. Menurut salah satu dari mereka, Megawati baru benar-benar mempertimbangkan akan mengundurkan diri jika perolehan suara PDIP anjlok secara drastis, katakanlah menjadi di bawah 10%.

Jika Demokrat menggempur PDIP dan Megawati secara massif di berbagai lini, bukan tak mungkin peraihan suara si moncong putih ini memang melorot habis. Apalagi jika di internal PDIP juga berkembang konflik sebagai imbas pencalegan.Maka lengkaplah sudah “penderitaan” partai bernomor urut 28 ini.

Sebagai akibatnya, Megawati sangat besar peluangnya untuk mengibarkan bendera putih. Nah, mundurnya Megawati akan memberi ruang bagi kandidat presiden alternatif untuk tampil lebih mencorong merengkuh hati publik. Mereka diprediksi mempunyai peluang yang besar untuk mengalahkan SBY ketimbang jika Megawati kembali behadap-hadapan dengan SBY.

Jadi, mundur tidaknya Megawati untuk sebagian ditentukan oleh seberapa besar manuver Demokrat. Semakin besar intensitas serangan balik mereka, semakin mungkin Megawati keluar dari bursa. Tapi, persis bersamaan dengan itu, bakal hadir kandidat alternatif yang bisa menumbangkan SBY.

Menarik bukan?

Sent with Clipmarks
Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.