gerTAK Blog!

October 31, 2008

Bila Anak Politisi Jadi Calon Legislator

Filed under: Golkar,Uncategorized — gertak @ 7:17 AM
08/10/2008 18:21 – Pemilu 2009
Bila Anak Politisi Jadi Calon Legislator

Liputan6.com, Jakarta: Jerry, Dave atau Mumtaz barangkali nama yang biasa saja di masyarakat. Namun menjadi berbeda jika nama keluarga ikut ditambahkan menjadi Jerry Sambuaga, Dave Laksono atau Mumtaz Rais. Mereka kini akan mengikuti jejak orangtuanya menjadi politisi.

Jerry yang saat ini berusia 23 tahun dan calon anggota legislatif untuk daerah pemilihan Jakarta III adalah putra Ketua Komisi I DPR Theo L. Sambuaga. Jerry yang meraih gelar Master Hubungan Internasional dari Universitas Columbia, Amerika Serikat, menolak disebut nepotisme saat terjun ke dunia politik.

Tak hanya Jerry yang mengikuti jejak orangtuanya. Dave Laksono, putra Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR Agung Laksono juga banting setir menjadi calon anggota legislatif dari daerah pemilihan Jawa Barat II. Lulusan dari California State University, AS, ini sebelumnya sempat menjadi petinggi maskapai penerbangan Adam Air yang kini tutup. Sebagai anak petinggi partai ia juga menepis anggapan mendompleng nama orangtua.

Berbeda dengan Jerry Sambuaga dan Dave Laksono. Muhammad Mumtaz Rais, putra Amien Rais, justru tidak risi disebut diuntungkan oleh nama sang ayah saat maju jadi calon legislator dari Partai Amanat Nasional. Mumtaz yang berusia 25 tahun dan lulusan Fakultas Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada ini maju untuk daerah pemilihan Jawa Tengah VIII justru menyebut kehadirannya di arena politik sebagai penerus keluarga.

Dinasti politik sepertinya mulai dibangun, tapi rekam jejak para calon dipertanyakan. Sekadar upaya meneruskan perjuangan, atau semata-mata untuk melanggengkan kekuasaan dan kemapanan.

Kini, pertanyaannya adalah bagaimana para politisi muda menjawab keraguan tadi? Karena memang tidak sedikit putra-putri politisi yang mengikuti jejak orangtuanya. Yang pasti langkah mereka menuju ke Gedung DPR ada di tangan Anda.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

Advertisements

October 29, 2008

Empat Mantan Deputi Gubernur BI Jadi Tersangka

Filed under: Uncategorized — gertak @ 5:58 PM

October 29,2008
Empat Mantan Deputi Gubernur BI Jadi Tersangka

Jakarta, (tvOne)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) sebagai tersangka dugaan korupsi aliran dana BI Rp100 miliar kepada para mantan petinggi BI dan anggota DPR.

Keempat mantan deputi BI tersebut adalah Aulia Pohan, Aslim Tadjuddin, Maman H. Soemantri, serta Bunbunan Hutapea. Ketua KPK Antasari Azhar di Jakarta, Rabu, mengatakan, penetapan empat mantan Deputi Gubernur BI sebagai tersangka itu didasarkan pada proses penyidikan, fakta persidangan, dan putusan perkara mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah.

Dalam persidangan terungkap bahwa para deputi gubernur BI dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 3 Juni 2003 dan 22 Juli 2003 memberi persetujuan penggunaan dana YPPI.

Mereka adalah Aulia Tantowi Pohan, Bunbunan Hutapea, Aslim Tadjuddin, Anwar Nasution, dan Maman H. Soemantri. Dari lima nama yang tersebut, hanya Anwar Nasution yang tidak disebut sebagai tersangka oleh KPK.

Setelah penetapan tersebut, KPK akan segera memeriksa semua pihak yang diduga terkait. KPK juga segera melayangkan surat panggilan kepada para saksi dan tersangka untuk menjalani pemeriksaan pada 3 November 2008.

“Sikap KPK ini diambil secara profesional, bukan karena keinginan dari pihak manapun,” kata Antasari menambahkan. Antasari menegaskan, pengusutan kasus dana BI belum berhenti. “Adapun pihak lain yang terkait, KPK tetap akan meminta pertanggungjawaban kepada pihak manapun yang mungkin terkait,” kata Antasari.

Burhanuddin Abdullah divonis lima tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi aliran dana BI sebesar Rp100 miliar kepada para mantan petinggi BI dan anggota DPR.

“Menyatakan terdakwa Burhanuddin Abdullah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata ketua majelis hakim Gusrizal saat membacakan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Burhanuddin terbukti melanggar hukum, seperti diatur dalam pasal 2 ayat (1) UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.

October 28, 2008

Sumpah Pemuda Bangun Solidaritas Bangsa

Filed under: Uncategorized — gertak @ 7:42 AM

28/10/2008 07:26 – Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda Bangun Solidaritas Bangsa

Liputan6.com, Jakarta: Peristiwa Sumpah Pemuda yang diperingati pada 28 Oktober mengingatkan pada rasa solidaritas kebangsaan bebas sentimen SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Persis seperti peristiwa pascabencana Tsunami di mana seluruh masyarakat bersatu padu membantu Aceh.

Tak ada lagi sekat-sekat yang membatasi keinginan hati untuk bersatu membantu Aceh. Seluruh masyarakat Indonesia dan bahkan dunia ingin terlibat dalam program kemanusiaan meringankan beban penderitaan masyarakat Aceh.

Semangat persatuan kebangsaan demi terciptanya Bumi Pertiwi yang sejahtera sulit terbangun kembali tanpa kesadaran saling menghormati dan menghargai perbedaan. Indonesia yang plural dengan beragam suku bangsa, bahasa, agama, ras, dan golongan membutuhkan perekat yang kuat.

Adalah kesadaran dan kebesaran hati memandang dan menerima perbedaan yang dibutuhkan bangsa Indonesia. Menuju Indonesia yang satu dan kuat.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Sumpah Pemuda Bangun Solidaritas Bangsa

Filed under: Uncategorized — gertak @ 7:42 AM

28/10/2008 07:26 – Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda Bangun Solidaritas Bangsa

Liputan6.com, Jakarta: Peristiwa Sumpah Pemuda yang diperingati pada 28 Oktober mengingatkan pada rasa solidaritas kebangsaan bebas sentimen SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Persis seperti peristiwa pascabencana Tsunami di mana seluruh masyarakat bersatu padu membantu Aceh.

Tak ada lagi sekat-sekat yang membatasi keinginan hati untuk bersatu membantu Aceh. Seluruh masyarakat Indonesia dan bahkan dunia ingin terlibat dalam program kemanusiaan meringankan beban penderitaan masyarakat Aceh.

Semangat persatuan kebangsaan demi terciptanya Bumi Pertiwi yang sejahtera sulit terbangun kembali tanpa kesadaran saling menghormati dan menghargai perbedaan. Indonesia yang plural dengan beragam suku bangsa, bahasa, agama, ras, dan golongan membutuhkan perekat yang kuat.

Adalah kesadaran dan kebesaran hati memandang dan menerima perbedaan yang dibutuhkan bangsa Indonesia. Menuju Indonesia yang satu dan kuat.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Debat PDS vs PKS

Filed under: Uncategorized — gertak @ 3:37 AM

http://www.youtube.com/view_play_list?p=09D0CBFE57200E05

Next Page »

Blog at WordPress.com.